Headlines News :
Thanks for visiting, don't forget to comment on my post

Latest Post

Showing posts with label Fashion. Show all posts
Showing posts with label Fashion. Show all posts

Pakaian Style Korea - Trend Busana 2012

Pakaian Style Korea lagi meracuni pacar saya, kesana kemari kalau di MOL pasti ngelirik baju, celana dan rok ala Korea sampai pakaian dalam ala Korea. Pakaian Style Korea ini diakibatkan lagi menjamurnya Film Drama Korea Terbaru Indosiar yang melanda negeri indonesia tercinta ini.


Tips Pakaian Style Korea

  1. Bagian atas hanya menggunakan tali yang dilitkan di leher, kemudian diikat di bagian atasnya.
  2. Kombinasikan dengan baju lain seperti kartingen atau bolero. 
  3. Bagi yang tidak ingin terlihat seksi (Yang pakai jilbab) juga bisa menggunakan baju ala korea, dengan  kombinasikan baju jenis lain, atau bisa juga menggunakan manset.
  4. Bawahannya, bisa memakai stocking or sejenis legging.(legging warna hitam akan cocok untuk semua jenis baju).

Contoh Pakaian Style Korea


Pakaian Style Korea

Pakaian Style Korea

Pakaian Style Korea

Pakaian Style Korea

Pakaian ala Korea

Pakaian ala Korea

Pakaian ala Korea

Pakaian model Korea

Pakaian model Korea

Pakaian model Korea

busana model Korea

busana model Korea

busana ala Korea

Semoga gambar Pakaian Style Cewek Korea  diatas dapat menginspirasi sodara untuk mengikuti trend busana ala korea 2012.
Ps : Ingat, bagi yang muslimah, boleh ngikut trend, tapi tetap menutup AURAT! :)
 

Fakta Unik dan Mewah Distrik Gangnam di Korea

Lagu "Gangnam Style" yang dinyanyikan oleh "PSY" meledak di seluruh dunia. Makin banyak orang yang bertanya-tanya sebenarnya Gangnam itu apa sih? Kami bantu mengenalkan kawasan terkenal ini pada Anda.


Distrik Gangnam, Simbol Kehidupan Mewah

Gangnam adalah nama distrik atau kawasan di Korea Selatan. Dari segi nama, Gangnam berarti bagian selatan sungai. Letak Gangnam sendiri ada di dekat sungai Han. 

Distrik ini dikenal sebagai simbol kekayaan dan pendapatan yang melimpah di Korea, sehingga Gangnam menjadi salah satu distrik yang terkenal dengan kehidupan mewah, glamour dan selera fashion yang sangat tinggi.


Bisa dikatakan, Gangnam adalah pusat orang-orang berduit, kawasan real estate super mewah dan tempat dimana berbagai perusahaan kelas dunia berdiri (Samsung, Hyunday, dsb).

Jika Anda penggemar K-Pop, maka di sinilah berdiri kantor management artis yang sangat besar, yaitu S.M. Entertainment (Super Junior, SNSD, dsb) dan JYP Entertainment (Wonder Girls, 2PM, Miss A, dsb).

Dengan segala kehidupan mewah yang ada di dalamnya, Distrik Gangnam sering dijuluki Beverly Hills-nya Korea.


Kemewahan Dunia dan Pusat Operasi Plastik

Sama seperti kawasan mewah lain di seluruh dunia, Gangnam adalah distrik yang tidak pernah tidur. Bagi para pecinta mode kelas dunia, Gangnam menawarkan surga belanja yang siap menguras kantong.

Anda dengan mudah menjumpai etalase barang bermerek seperti Gucci, Dolce Gabana, Prada, Giorgio Armani, Banana Republic dan berbagai fashion line kelas dunia lainnya. Mall terbesar di Seoul juga terletak di Gangnam, namanya COEX Mall.



Sudah menjadi rahasia umum bahwa warga Korea Selatan terbiasa dengan operasi plastik agar semakin menawan.

Di kawasan inilah Anda bisa menikmati fasilitas operasi plastik di tangan dokter-dokter terbaik. Gangnam menjadi tempat bagi wanita dan pria yang ingin melakukan berbagai perubahan fisik melalui operasi plastik.


Kritik Sosial Dalam Gangnam Style

Jika Anda membaca arti lirik Gangnam Style, sebenarnya lagu ini adalah kritik sosial atas kemewahan yang ditawarkan Distrik Gangnam.

Seseorang rela tidak makan demi bisa minum kopi di salah satu restoran Gangnam, karena menjadi bagian dari Gangnam adalah sesuatu yang dianggap sangat keren.



Walaupun begitu, Gangnam tidak melupakan tradisi Korea Selatan. Di sana ada berbagai kawasan budaya dan seni, misalnya saja Museum Kimchi, Horim Art Center, Coreana Art & Culture Complex, Kuil Bongeunsa, berbagai toko yang menjual barang khas Korea Selatan, rumah makan yang menyajikan masakan Korea, dan sebagainya.

Jika suatu hari nanti Anda mengunjungi Distrik Gangnam, pastikan Anda membawa banyak uang. Pastikan juga penampilan Anda pantas dan mewah, karena cara Anda berpakaian menjadi hal yang sangat sensitif di kawasan Gangnam.

( Sumber: Terselubung )

Wanita ini umurnya 44 Tahun tapi Masih Terlihat Seperti Gadis

Masako Mizutani memiliki wajah layaknya gadis remaja padahal usianya sudah mencapai 40 tahun. Masako di Jepang dikenal dengan julukan,"Japan's Lady of Eternal Youth"atau wanita Jepang yang memiliki kecantikan abadi. Sebab meski usianya sudah 44 tahun masih saja nampak seperti gadis remaja usia 20-an.

Masako Mizutani yang lahir pada tahun 1968 dan tinggal di Nagoya, telah dikaruniai dua orang anak, dan anak tertua sudah beruur 21 tahun. Yang mengagumkan dari Masako adalah tidak nampaknya kerutan penuaan sedikitpun di wajahnya. Namanya semakin tenar ketika Masako hadir di dalam tayangan program televisi untuk segmen berbagi tips menjaga kesehatan dan kecantikan wajah.

Beberapa tips yang disebutkan oleh Masako, antara lain; perbanyaklah meminum air putih yang gunanya untuk membuang racun dalam tubuh, konsumsi makanan sehat dan segar, semisal buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar, serta pergunakan krim wajah yang mengandung vitamin E, jangan lupa pula memiliki porsi tidur yang cukup, dan yang paling penting tidak merokok.

Masako sendiri memerlukan waktu sekitar 5 jam untuk merawat wajahnya. Beberapa hal yang dilakukannya adalah membersihkan wajah, memakai toner, memakai pelembab, memakai tabir surya, dan krim vitamin E dan sesekali facial ke salon.

Tidak ada hal aneh yang dilakukan Masako dalam merawat kecantikan dan kesehatan dirinya. Semuanya seperti yang dilakukan wanita pada umumnya, sederhana bukan?

Sungguh wanita-wanita Asia memang mempesona. Inilah alasan mengapa para pria bule lebih menyukai mempunyai pasangan wanita Asia.

Berikut foto-fotonya:
 



 

Peter Says Denim Produk Indonesia yang Mendunia

Bicara mengenai dunia fashion mungkin tak lepas dari yang namanya pakaian, denim , topi, ataupun barang-barang yang berguna bagi dunia fashion. Untuk yang satu ini, rakyat Indonesia boleh lah bangga dengan brand yang satu ini, kenapa? Karena brand yang dimiliki oleh Peter Firmansyah, brand pria asal Sumedang 4 Februari 1984 yakni Peter Says Denim (PSD) mampu membawa nama Indonesia ke dunia Internasional lewat denim atau jeans.

Peter Says Denim merupakan brand asal kota Bandung yang berdiri sejak bulan November 2008 dan pemiliknya adalah Peter Firmansyah. Pria asal Sumedang ini sejak SMA memang gemar untuk mengubek-ubek pakaian di pedangang kaki lima, tapi sekarang pria ini sudah berhasil membuat brand sendiri, dan terkenal di Luar Negeri.



Brand baginya adalah Brand yang keren itu pasti laku di pasaran, tapi kalau brand itu laku belum tentu keren, ujar peter Firmansyah.

Tak butuh waktu relatif lama. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan, dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.

Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim. Untuk Band Lokal sendiri yang berhasil di endorse band semacam Rocket Rockers, Saint Loco.

Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang selesai SMA lalu dia menjadi pegawai toko pada tahun 2003 di surfing industry yang membuat produk seperti Rip Curl, Volcom, Globe, hingga Rusty. Dia kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal.

�Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke kelab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana,� ujarnya.

Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta.

�Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya,� ujarnya.

Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Peter pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan.

Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya.

Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma�soem, Kabupaten Bandung,� kata Peter

Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.

Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta. Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya�perselisihan yang sempat disesali Peter�karena sudah menghabiskan biaya besar.

Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong.

�Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he�,�kata Peter

Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.

Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Pada 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.

�Akhirnya saya terpaksa nombok. Jins dijual murah daripada tidak jadi apa-apa. Tetapi, saya berusaha untuk tidak patah semangat,� ujarnya.

Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.

�Saya banyak belajar sejak lima tahun lalu saat sering keliling ke toko, pabrik, atau penjahit,�

Ia juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket.

Sejak 2007, Peter sudah sanggup membiayai pendidikan tiga adiknya. Seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad mendorong dua adiknya yang lain untuk menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Ia, bahkan, bisa membelikan mobil untuk orangtuanya dan merenovasi rumah mereka di Jalan Padasuka, Bandung.

�Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,� katanya. Jika dananya sudah mencukupi, ia ingin orangtuanya juga bisa menunaikan ibadah haji.

Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. Dia mengetahui mengenai jeans dan dia tahu apa yang di butuhin oleh anak band. Keuntungan dari sikap keras kepala dan penguasaan dia akan jeans dan musik semakin mempermudah dia untuk mengembangkan produk PSD

�Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim,� ujarnya tertawa

Awalnya dia cuma memproduksi 60 jeans dengan harga di atas 500.000, dalam perjalanan setahun pertama usahanya belum bisa mendapatkan untung, lalu dia memulai untuk mempromosikan produknya dan memutar uangnya untuk produksi.

Untuk mempromosikan brand produknya, Peter Firmasnyah memanfaatkan internet dengan cara memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim.

�Lihat saja time line twitter @petersaydenim pasti ratusan tweet tiap harinya�, ujar peter

Strategi lain yang bisa dilakukan Peter adalah dengan meng- endorse band-band lokal maupun internasional. Band-band yang di endorse memang bukan band nomer satu, tapi inovasi yang dilakukan Peter itu patut mendapat apresiasi. Bahkan menjadi inspirasi brand yang lain untuk melakukan hal yang sama, berkat inovasinya itu penjualannya pun semakin meningkat. Kepandaian bergaul dan sedikit kemampuan marketing membuat brand PSD pun semakin berkibar.

Ini merupakan salah satu kebanggan bagi masyarakat Indonesia, untuk bangga terhadap produk lokal, serta menjadi pembelajaran bagi para generasi muda yang ingin membuka peluang usaha dalam mengembangkan industri konveksi untuk berkaca pada seorang Peter Firmansyah yang sukses dengan Brandnya yang dirintis mulai dari nol hingga seperti sekarang.

PETER SAYS DENIM
Situs: http://petersaysdenim.com
Twitter: @petersaydenim
Jl. Sido Mulyo no.25
Sukaluyu, Bandung 40123
West Java � Indonesia
+6222.2501662 / +6222.2501627

( Sumber: Blog dekama94 )

Wew! Ada Bra Terbuat dari Cokelat

Gaun dari cokelat sudah beberapa kali dipamerkan dalam fashion show. Kini selain gaun, cokelat yang enak untuk dimakan itu juga bisa dibuat menjadi bra.

Bra cokelat itu dikenakan seorang bintang porno Clara Morgane dalam sebuah fashion show di Prancis. Fashion show itu digelar sebagai bagian dari pembukaan pekan perdagangan cokelat internasional, Salon du Chocolat ke-17, di Porte de Versailles, Paris.

Seperti dikutip dari Mail Online, dalam fashion show itu, Clara tampak menutupi dadanya dengan bra cokelat yang dihiasi buah cherry. Selain bra, ada banyak busana unik lainnya yang terbuat dari cokelat dipamerkan di fashion show itu.

Misalnya saja rok yang terbuat dari cokelat. Rok itu dikenakan oleh presenter televisi Prancis Karine Ferri. Namun saat Ferri berlenggak-lenggok di catwalk, rok dari cokelat tersebut mendadak hancur. Cokelat yang dibuat sebagai bahan rok itu berjatuhan ke lantai.

Saat roknya mulai rusak, Ferri berusaha untuk menyelamatkan sisa cokelat yang masih melekat. Tapi akhirnya seluruh cokelat yang dipakai untuk membuat rok tersebut jatuh ke lantai.

Seorang model lainnya tampak mengenakan bustier yang tentu saja terbuat dari cokelat. Bagian belakang bustier itu dibuat mirip bokong seksi.
( Sumber : Wolipop )

PARTNER

Mods for Pro Evolution Soccer, FIFA, NBA 2K, MLB 2K, F1 video games. Advertise Here Advertise Herer Advertise Here
 
Support : Tuhan Yang Maha Esa
Copyright © 2013. Raditya Priambodho | Some Rights Reserved
Thanks To Maskolis
Proudly powered by Blogger