Headlines News :
Thanks for visiting, don't forget to comment on my post

Latest Post

Showing posts with label luar negeri. Show all posts
Showing posts with label luar negeri. Show all posts

Lagu Lenka Populer Setelah Jadi Soundtrack Windows 8


Lagu Lenka yang berjudul Everything At Onceakhir-akhir ini sering kita dengarkan di televisi  sebagai soundtrack Windows 8. Sejak saat itu, banyak penikmat musik yang menyukai lagu tersebut, bahkan mereka yang belum pernah mengenal Lenka jadi ikut-ikut memburu lagu tersebut di internet.
Everything at Once adalah lagu yang termasuk dalam album kedua Lenka yang bertajuk Two. Album itu sendiri sudah dirilis cukup lama, yaitu pada tanggal 28 Februari di Singapore. Everything at Once sebenarnya bukan lagu andalan Lenka, karena musisi asal Australia itu lebih memilih Heart Skips a Beatdan Two sebagai single utama untuk menarik minat pendengar musik.
Namun berkat dijadikan soundtrack Windows 8 yang resmi dirilis pada 26 Oktober lalu, Everything at Once malah menjadi populer dan nama Lenka yang dulu sempat tenar berkat lagu ‘Trouble is a Friend‘ ini kembali menjadi perbincangan netizen.
Di Youtube sendiri, lagu Everything at Once yang sudah diunggah lebih dari setahun lalu kembali menarik perhatian pengunjung situs. Dan rata-rata viewers yang menonton video itu adalah karena pengaruh iklan Windows 8 yang memang sering diputar di televisi.
“Aku ke sini (melihat video Everything at Once) gara-gara iklan Windows 8,” ujar salah satu netizen.
Lenka – Everything At Once

Inilah Tukang Sampah yang Menolong Bayi Korban Tabrakan Itu

Pemulung sampah, Chen Yianmei yang �menyelamatkan� gadis kecil Yueyue. Ia menceritakan kejadian itu sambil menangis.


Peristiwa yang menghentak dunia, bayi 2 tahun ditabrak dua kali oleh dua buah mobil dan tak seorang pun peduli. Padahal saat itu lewat layar CCTV ada 18 orang lalu lalang di dekat bayi yang tengah sekarat itu. Hanya seorang pemulung sampah, ibu tua (Chen Yianmei) yang tergerak hatinya memeluk sang bayi dan meminta bantuan. Anehnya orang-orang di sekitar lokasi kejadian tersebut tetap tak menggubrisnya sama sekali. Ada sejumlah orang melihatnya dari dalam toko tapi tak melakukan apa apa seolah tak ada kejadian sama sekali.

Bayi malang bernama Yueyue (??) tersebut kini tengah terbaring di rumah sakit, dan dokter meyakini anak tersebut akan meninggal, namun jika tidak matanya akan buta seumur hidup dan otaknya akan rusak permanen.

Saat kejadian si bayi berlari ke tengah jalan raya tiba-tiba sebuah mobil van putih datang mengarah ke Yueyue dan melindas tubuh mungilnya. Sang sopir tidak turun, malah menginjak gas dan melarikan diri. Akibatnya roda belakang mobil tersebut kembali melindas si bayi. Seseorang yang menyaksikan seluruh kecelakaan itu tetap saja berjalan melewati tubuh Yueyue dengan acuh tak acuh. Dia bahkan tidak melirik padanya. Setelah itu, dua pejalan kaki lalu berjalan lewat dan melihat yueyue tergeletak di tanah berjuang kesakitan, tetapi tak melakukan apapun, cuek. Tak lama muncul sebuah truk pickup. Si sopir tidak memperhatikan Yueyue dan menabrak kembali bayi itu.

Sekali lagi! Dalam sepuluh menit berikutnya, lebih 10 pejalan kaki melewati si korban, tetapi semua hanya memandangnya dan tak seorang pun berhenti untuk membantu, bahkan untuk memanggil polisi pun tidak. Yueyue masih berjuang di awal, dan kemudian diam. Sekitar pukul 05:31, seorang wanita tua pemulung sampah terlihat di CCTV muncul di jalanan. Dia melihat Yueyue dan datang mencoba mengangkat tubuhnya.

�Tapi Yueyue sudah seperti mie lembek,� kata Chen Yianmei seperti dikutip di berita itu. Wanita tua itu kemudian memindahkan Yueyue ke sisi jalan yang lebih aman dan kemudian meminta bantuan. Ibu Yueyue, yang berada di sekitarnya, bergegas ke Yueyue dan memeluknya.

Seseorang berkata, jika saja 3 orang pertama yang melihat Yueyue datang menyelamtkannya maka resiko berat mungkin masih bisa dihindari, apalagi setelah tertabrak mobil kedua itu .

Video itu ditampilkan di media dunia, dan orang-orang pun mengecam keras sikap tak peduli ke bayi itu. Sumpah serapah dan keprihatinan nyaris memenuhi ruang komentar berita itu.

seperti ini:
IM mengatakan:

Saya berdoa bagi bocah itu dan keluarganya. Hal itu membuat saya menangis. Aku benar-benar berdoa untuk orang-orang yang mengabaikan bocah itu agar menderita dan membusuk di neraka.

Koment-koment rasial pun bermunculan sebagian dari Korea, dan tentu tak layak diterjemahkan di sini. Apakah efek dari ambisi mengejar duniawi menjadikan mereka mengabaikan sisi kemanusiaan dan rasa sosial ke sesama? Hanya tukang sampah yang masih memiliki jiwa itu ternyata.
Disadur dan diterjemahkan langsung dari : http://www.chinahush.com/

Sumber : kompasiana.com

Seorang Wanita Tewas Karena Media Sosial

Situs media sosial lagi-lagi mengantarkan seseorang ke jalan maut. Di Meksiko, seorang perempuan diduga menjadi korban pembunuhan setelah menulis lewat situs media sosial lokal. Polisi menemukan jasad sang korban itu di sebuah kota perbatasan. Tubuhnya sudah tak berkepala. Di sisinya, secarik kertas berisi catatan mengapa nyawanya dihabisi.

tewas sosial media

Pembunuhan itu adalah kali ketiga di Nuevo Laredo. Kartel obat bius diyakini bertanggung jawab atas kematian mereka. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa korban bernama Marisol Macias Castaneda, seorang koordinator liputan di sebuah koran lokal, Primera Hora. Kuat sangkaan bahwa aktivitasnya di jagat maya menjadi dalih pembunuhan, alih-alih jabatannya di kantor berita itu.

Situs itu menampilkan kontak militer dan polisi Meksiko. Selain itu, ada bagian yang khusus memberi ruang bagi tulisan-tulisan tentang geng obat bius serta titik-titik penjualan narkoba. Diduga, informasi semacam itu telah memantik kemarahan anggota geng. Sementara itu, kepala korban dionggokkan pada tumpukan batu di sekitar tempat kejadian perkara.

Demikian isi catatan di samping mayat korban: "Saya si Gadis Loredo. Saya di sini karena tulisan-tulisan saya dan juga kalian. Bagi kalian yang menolak percaya, hal ini terjadi padaku karena beberapa tindakanku. Terima kasih atas perhatian anda sekalian. Gadis Laredo. ZZZZ."

Huruf 'Z' itu merujuk kepada kartel obat bius Zetas.

Media sosial lokal, seperti ruang bincang-bincang (chatroom) dan blog, serta Twitter dan Facebook kerap dijadikan kanal informasi bagi penduduk di kota-kota yang dilanda kekerasan antar-geng.

Selain memberi manfaat, namun tulisan-tulisan di media sosial terkadang kurang memiliki akurasi kuat.

Sumber : dunia.vivanews.com

PM Italia, Delapan Perempuan Satu Malam

Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, kian tersudut dengan berbagai bukti atas skandal seks yang membelitnya. Yang terbaru, rekaman percakapan yang memperdengarkan suara Berlusconi menyombongkan diri telah berhubungan seks dengan delapan perempuan dalam satu malam. Ia menyesal tak sanggup 'menangani' tiga lainnya, malam itu.


Seperti dikutip dari Telegraph, percakapan itu merupakan hasil sadapan aparat penegak hukum guna investigasi terhadap jaringan prostitusi di sekitar sang perdana menteri.

"Semalam, sudah ada 11 perempuan yang mengantre di luar pintu. Saya hanya 'menangani' delapan," kata Berlusconi kepada Ganpaolo Tarantini, yang diduga sebagai penyedia perempuan bagi Berlusconi. "Tapi, paginya, saya merasa segar."

Perdana menteri yang diadili atas kasus penyalahgunaan jabatan dan skandal seks dengan perempuan di bawah umur itu selalu mengeluh bahwa kesibukannya memimpin negara membuatnya sulit memiliki waktu panjang dengan perempuan-perempuan pujaan. "Saya hanya perdana menteri di waktu luang saya," ujar Berlusconi.

Rekaman itu memperdengarkan Berlusconi memberi hadiah uang untuk para perempuan yang menemaninya. Ini bertentangan dengan pernyataannya selama ini yang selalu meyakinkan publik bahwa ia tak pernah mengeluarkan uang untuk seks. Rekaman itu juga memberi bukti kuat bahwa ia telah menyalahgunakan fasilitas negara untuk 'menerbangkan' para pelacur.

Pekan lalu, Berlusconi, melalui parlemen, mendorong penghematan anggaran sebesar �54 miliar terhadap dana pensiun dan pelayanan publik. Usulan penghematan ini menuai kontra dan memicu bentrok antara demonstran dan polisi antihuru-hara di luar gedung parlemen di Roma.

Akhir pekan ini, pemimpin kubu oposisi mendesak penyelidikan terkait dugaan Berlusconi menyalahgunakan jabatannya saat 'menerbangkan' Marysthell Polanco, 25, model glamour dari Republik Dominika, dan mungkin perempuan lain. Ini menyusul dugaan bahwa Berlusconi selalu membawa satu pelacur setiap melakukan perjalanan kenegaraan.

Rekaman itu mengungkap detail tentang pesta Berlusconi yang melibatkan puluhan model muda. Pesta itu diduga diorganisasi oleh Ganpaolo Tarantini. Kini, aparat tengah menyelidiki keterlibatan Tarantini, pedagang kokain yang diduga memeras Berlusconi demi menutup mulut atas semua informasi itu.

Sumber : dunia.vivanews.com

PM Italia Dituduh 13 Kali Intim dengan ABG


Perdana Menteri (PM) Italia, Silvio Berlusconi, dituduh pernah 13 kali berhubungan intim dengan seorang pekerja seks komersil (PSK) di vila pribadi. Padahal, PSK itu masih tergolong di bawah umur.

Hal tersebut terungkap dalam laporan tim penuntut ke pengadilan di Milan, Selasa 15 Maret 2011 waktu setempat, seperti dikutip dari kantor berita Associated Press. Selain menyeret Berlusconi, tim penuntut itu juga resmi mengajukan dakwaan kepada tiga asistennya, yang dicurigai merekrut PSK untuk melayani kepala pemerintah Italia itu.

Menurut laporan tim penuntut, PSK yang dimaksud bernama Karima el-Mahroug. Gadis keturunan Maroko itu saat ini sudah berusia 18 tahun. Namun, ketika kali pertama berhubungan intim dengan Berlusconi, Karima masih berusia 16 tahun.

Menurut laporan yang dikutip harian The Telegraph, mereka dicurigai berhubungan antara September 2009 hingga Mei 2010. Hubungan itu mereka lakukan di kediaman pribadi Berlusconi di Milan.

Baik Karima dan Berlusconi menyangkal tuduhan tersebut. Namun, pemimpin berusia 74 tahun itu harus mengikuti sidang pengadilan di Milan pada 6 April mendatang atas tuduhan melakukan hubungan seks dengan PSK di bawah umur, serta menggunakan pengaruh sebagai pejabat untuk menutup-nutupi skandal itu.

Sementara itu, Karima juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bekerja sebagai PSK. Memiliki nama panggilan "Ruby The Heart Stealer," Karima menyatakan bekerja sebagai penari perut saat sudah berusia 17 tahun.

Sumber : dunia.vivanews.com

Belanda Terbukti sebagai Penjahat Perang

Pengadilan Den Haag, Rabu (14/9/2011), menyatakan Belanda bertanggung jawab atas pembantaian di desa Rawagede, sekarang bernama Balongsari, Jawa Barat. Hakim ketua D.A. Schreuder secara tegas menyebut tindakan Belanda sebagai ilegal (onrechtmatig). Keputusan ini memandang Belanda bersalah karena dianggap membunuhi warga sendiri. Pengadilan mendasari putusannya atas pertimbangan bahwa hukum Belanda dianggap berlaku di Hindia Belanda sampai tahun 1949.


Radio Nederland melaporkan, hakim menolak pleidoi advokat negara Belanda, G.J.H. Houtzagers, yang menyebut kejahatan tersebut sudah kadaluarsa. Hakim memakai asas lex spesialis. Artinya pengadilan Den Haag melihat kasus pembantaian Rawagede sebagai kasus khusus, sehingga preseden kadaluarsa tidak berlaku.

Anggota parlemen Belanda dari partai sosialis, SP, terkejut. "Biasanya argumen kadaluarsa selalu sukses, tapi tidak dalam pengadilan ini. Yang penting ternyata kejahatan perang tidak bisa kadaluarsa. Saya pikir ini berita besar. Pertama-tama buat mereka yang terkait, terlebih ini pengakuan bagi mereka yang sudah tidak ada lagi, karena sudah meninggal atau belum bergabung dengan komite. Ini keputusan bersejarah."

Walau demikian, hakim tidak mengabulkan seluruh gugatan ganti rugi. Pengadilan Den Haag membatasi pemberian kompensasi pada janda, korban langsung atau anaknya. Berarti tidak termasuk cucu korban.

Pengacara Liesbeth Zegveld tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Setelah 64 tahun akhirnya Belanda secara hukum dinyatakan bersalah atas aksinya di Indonesia. Putusan ini menjadi preseden baru dan bisa saja diterapkan dalam kasus Westerling di Sulawesi. "Selama mereka masih hidup, dan kasusnya jelas seperti kasus ini...setiap pihak mengakui terjadi kesalahan besar, terjadi kejahatan perang...maka akan dilihat apakah ini sama dengan kasus Rawagede," kata Liesbeth Zegveld seperti Radio Nederland.

Eksekusi


Kasus ini diajukan oleh keturunan korban pembunuhan massal di desa Rawagede. Tragedi berdarah ini terjadi pada 9 Desember 1947, pada masa perang kemerdekaan Indonesia. Tentara Belanda yang mencari pejuang kemerdekaan Lukas Kustario memasuki desa Rawagede dan mengeksekusi penduduk laki-laki karena menolak memberi informasi mengenai kapten Kustario.

Sebagian besar penduduk laki-laki desa Rawagede dieksekusi. Menurut saksi mata, para lelaki tersebut dijejerkan dan ditembak mati. Pihak Indonesia menyatakan, 431 laki-laki dibunuh, Sedangkan pemerintah Belanda pada 1969 bersikeras jumlahnya �hanya� 150. Pada 1947 Belanda memutuskan untuk tidak menyeret pelaku eksekusi massa ke pengadilan.

Pada 2009 keluarga korban menggugat negara Belanda. Para janda menuntut pengakuan dan ganti rugi atas meninggalnya tulang punggung keluarga mereka. Waktu itu, beberapa janda, dan korban selamat terakhir, Saih bin Sakam, khusus datang ke Belanda untuk proses ini. Sayangnya ia wafat 8 Mei 2011 dalam usia 88 tahun. Bagi Saih, pelaku pembunuhan massal tidak perlu lagi diseret ke pengadilan, permintaan maaf dan ganti rugi sudah cukup.

Penjahat

Selama ini Belanda menganggap dirinya korban kejahatan Nazi Jerman di masa Perang Kedua. Keputusan pengadilan Den Haag ternyata membuat Belanda sekarang menjadi pelaku kejahatan perang.

"Sekarang ternyata bukan Jerman saja si penjahat perang. Belanda pun kini dinyatakan sebagai penjahat," tukas seorang wartawan luar negeri yang asyik membuat cerita kasus Rawagede di pengadilan Den Haag.

Sumber : Radio Nederland dan internasional.kompas.com

Wanita Cantik Dan Sexy Ini Calon Presiden Tunisia (Foto)

Nama lengkapnya Latifa bin Alayah Al Arfaoui. Di Tunisia lebih populer dengan nama Latifa. Latifa seorang penyanyi wanita, dikabarkan bakal mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden Tunisia yang digelar Oktober mendatang. Sebelumnya, dia selalu menolak ikut bertarung dalam pemilihan presiden. "Percuma aku ikut sebab hasilnya aku pasti kalah," katanya.

Sikap Latifa kini berubah. Dia katakan, setelah revolusi, setiap warga negara Tunisia memiliki hak maju dalam pertarungan untuk memperebutkan kursi presiden. Mereka boleh ikut pemilihan yang diselenggarakan secara bersih sesuai dengan kaidah politik. Untuk itu, sebagai seorang penyanyi, Latifa akan membawakan lagu barunya untuk menyambut revolusi di Tunisia dan Mesir.

Latifa memiliki nama lengkap Latifa bin Alayah Al Arfaoui. Ia lahir di Maouba, Tunisia, pada 14 Februari 1968. Karir tarik suaranya dimulai sejak usianya enam tahun. Pada 1983, Latifa ditinggal mati ayahnya. Selanjutnya dia bersama keluarganya pergi ke Mesir untuk mengantarkan jenazah ayahnya ke pemakaman.

Di Negeri Piramida ini, ia bertemu dengan seorang komposer Baleegh Hamdi yang sekaligus menyarankan agar Latifa menetap di Mesir agar bakat tarik suaranya menjulang. Namun saran tersebut diabaikan.

Latifa lebih memilih menyelesaikan pendidikannya hingga tamat SMA dan kuliah setahun jurusan sastra Belanda di Tunisia. Setamat kuliah di Tunisa, keluarganya mendorong Latifa kuliah lagi di Akademi Musik Arab di Mesir. Selain sebagai penyanyi, Latifa juga bermain untuk film Sokoot Ha Ensawwar pada 2001 yang disutradarai Youssef Chahine.

Dan berikut adalah koleksi foto Latifa :





Sumber : tempointeraktif.com

Penjara Penuh, AS Keluarkan Ribuan Napi

Ribuan narapidana wanita di California, Amerika Serikat, segera dikeluarkan dari penjara kendati masa tahanan mereka belum habis. Ini terpaksa dilakukan karena penjara yang mereka huni sudah terlalu padat, sekaligus sebagai bentuk penghematan anggaran. Kendati di luar penjara, mereka tetap dipantau dengan wajib mengikuti program khusus.

AS Keluarkan Ribuan Napi

Menurut stasiun berita CNN, 13 September 2011, sekitar 4.500 dari 10.000 napi wanita di penjara-penjara California dinyatakan layak untuk ikut program pembebasan, yang disahkan pada 2010 oleh Gubernur kala itu, Arnold Schwarzenegger.

Badan Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California (CDCR) menyatakan mereka yang dibebaskan adalah pelaku kejahatan ringan, bukan kekerasan dan bukan seksual. Sisa masa tahanan napi tersebut juga harus kurang dari dua tahun.

Program pembebasan ini memberikan kesempatan bagi para napi yang dibebaskan untuk mengikuti kursus atau mendapatkan pekerjaan yang disediakan CDCR. Para napi ini juga tidak sepenuhnya dilepas, mereka masih akan mengenakan gelang monitor elektronik untuk memantau aktivitas dan keberadaan selama beberapa waktu.

Melalui program ini, CDCR mengatakan anggaran pemerintah California dapat dihemat hingga US$6 juta atau sekitar Rp52,2 miliar. Langkah ini dilakukan setelah pemerintahan federal menyatakan penjara di California terlalu padat. Akibatnya, kualitas perawatan medis dan mental napi menurun di bawah standar yang telah ditetapkan undang-undang.

Gubernur California saat ini, Jerry Brown, April lalu telah menandatangani rencana pemindahan 33.000 narapidana di California ke penjara negara bagian lain yang lebih lapang. Namun biaya pemindahan ini tidak murah, sekitar US$460 juta (Rp4 triliun). Anggaran untuk ini akan didiskusikan pada November mendatang.

Sumber : forum.kompas.com

Teka-Teki Harta Karun Nazi di Danau Toplitz

Di wilayah Austria yang terpencil, ada sebuah danau yang bernama Toplitz. Namun bukan keindahannya yang membuat danau ini menjadi terkenal, melainkan adanya rumor bahwa harta karun rampasan Nazi masih tersimpan di dasarnya.

Sepertinya misteri mengenai harta karun yang tersembunyi telah menarik perhatian sebagian manusia selama berabad-abad. Entah itu karena harta karun bajak laut atau harta karun sisa-sisa peradaban kuno. Kali ini kita akan membahas tentang harta karun yang disebut Guinness Book World of Record sebagai harta yang berasal dari perampasan terbesar di dunia. Yang dimaksud disini adalah harta karun Nazi.

harta karun nazi di danau toplitz

Kisahnya dimulai pada suatu pagi di tahun 1945 di wilayah pegunungan Alpen yang terpencil. Saat itu Ida Weisenbacher mendengar suara ketukan di pintu rumahnya. Perempuan Austria berumur 21 tahun itu segera membuka pintu dan menjumpai seorang petugas Nazi sedang berdiri di depan rumahnya.

"Siapkan kereta kudamu, kami membutuhkanmu", kata petugas itu. Ida segera menyiapkan kereta kudanya dan membawanya ke samping kendaraan militer yang dibawa petugas tersebut. Lalu petugas lain yang telah menunggu di mobil segera mengeluarkan kotak-kotak besar dan memuatnya ke dalam kereta kuda.

Setiap kotak itu memiliki tanda berupa kata dan angka yang sama sekali tidak memberikan petunjuk mengenai isinya. Ketika kereta kuda itu sudah diisi penuh, petugas itu memberitahukan Ida untuk berangkat menuju danau Toplitz. Saat itu barulah Ida mengerti mengapa petugas Nazi itu meminta bantuannya. Jalan menuju danau Toplitz sangat berliku dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan-kendaraan militer. Hanya kereta kuda yang bisa melaluinya.

Sesampainya di danau, para petugas segera mengeluarkan seluruh kotak misterius tersebut dan membuangnya ke dalam danau. Ida melihat kotak itu satu persatu lenyap dari pandangannya. Hatinya diliputi oleh rasa ingin tahu yang besar mengenai isi kotak itu. Namun ia tidak berani menanyakannya ke petugas tersebut.

Setelah selesai membuang seluruh kotak yang dibawa, petugas nazi itu memerintahkan Ida untuk kembali dan memuat kotak-kotak lain yang belum terbawa. Total dibutuhkan tiga kali perjalanan bolak-balik sampai mereka membuang semua kotak yang dibawa.

Inilah awal mula rumor adanya harta karun di danau Toplitz

Selama perang dunia II, pasukan Nazi Jerman berhasil menginvasi dan menguasai beberapa negara di Eropa. Ketika mereka berhasil menguasainya, mereka segera menjarah bank sentral negara yang bersangkutan dan mengambil cadangan emasnya untuk dibawa pulang ke Jerman.

Bukan itu saja, harta benda pribadi orang-orang Yahudi yang ditangkap dan dibuang ke kamp konsentrasi juga disita dan dilebur menjadi emas batangan yang dicetak dengan tanda bank sentral jerman, the Reichsbank. Kebanyakan dari harta rampasan ini kemudian digunakan untuk membayar biaya perang yang dilancarkan oleh Nazi. Luar biasanya, sebagian besar dari harta ini masih utuh di tangan Nazi ketika perang dunia II hampir berakhir.

Pada Februari 1945, presiden dari Reichsbank memerintahkan sebagian besar cadangan emas dipindahkan ke sebuah desa terpencil bernama Merkers yang letaknya 200 mil di selatan Berlin. Disana, emas-emas tersebut ditaruh di dalam sebuah gua bekas pertambangan Potasium. Gua tambang itu juga digunakan untuk menyimpan harta benda lain seperti benda seni yang dirampas dari negara jajahan Jerman saat itu.

Pada bulan April 1945, pasukan Amerika di bawah pimpinan Jenderal George Patton berhasil menaklukkan Merkers. Lalu seorang pekerja sipil berkewarganegaraan Perancis yang bekerja di tambang itu menceritakan kepada militer Amerika bahwa ada harta karun yang disembunyikan oleh nazi disana.

harta karun nazi di danau toplitz

Pasukan Amerika mulai memeriksa seluruh isi pertambangan dan menemukan 8.198 batang emas beserta sejumlah besar koin emas, perak batangan, dan uang kertas. Nilai total harta yang ditemukan saat itu adalah 520 juta dolar (dengan nilai dolar tahun 1945). Selain menyimpan harta di pertambangan Merkers, pada tahun 1945, mengetahui pasukan sekutu hampir menguasai Berlin, pejabat nazi memutuskan untuk memindahkan harta Reichsbank yang tersisa ke Oberbayern di Bavaria Selatan.

harta karun nazi di danau toplitz

Paling tidak sembilan ton emas dikirim ke sana bersama dengan karung-karung berisi uang kertas dan koin. Konon menurut rumor, 730 batang emas diantaranya disembunyikan di dasar danau Walchansee. Ketika pasukan sekutu mengalahkan nazi pada tahun 1945, mereka ternyata hanya berhasil menyita sebagian kecil harta karun nazi. Sisa harta rampasan lainnya, hilang entah kemana.

Hilangnya emas-emas ini disebut oleh Guinness Book of World Records sebagai rampasan terbesar di dunia. Setelah nazi dikalahkan, dimulailah misi pencarian harta karun nazi oleh beberapa negara dan organisasi. Dan disinilah isu danau Toplitz mulai kembali muncul ke permukaan.

Danau Toplitz memiliki panjang sekitar 1 mil dengan kedalaman sekitar 91 meter. Ia terletak di antara bebatuan granit yang terjal di Salzkammergut, Austria. Walaupun danau ini memiliki pemandangan yang indah, namun lokasinya yang sangat terpencil membuat danau ini jarang dikunjungi oleh orang. Dengan karakteristik seperti ini, kelihatannya danau ini memang tempat persembunyian yang ideal bagi harta karun.

harta karun nazi di danau toplitz

Apakah kotak-kotak misterius yang dilihat Ida Weisenbacher berisi emas-emas yang hilang? Banyak orang berpikir begitu. Pada tahun 1959, sebuah majalah Jerman "Stern" mengirim penyelam untuk menyelidiki danau tersebut. Mereka memang menemukan sesuatu, namun bukan batangan emas, melainkan kotak berisi mata uang Pound Inggris palsu, beberapa dokumen penting dan surat-surat pernyataan.

Ternyata apa yang ditemukan oleh para penyelam itu adalah bagian dari operasi rahasia yang disebut operasi Bernhard yang datang dari Hitler sendiri. Saat itu, para tawanan Yahudi di kamp konsentrasi diberi peralatan percetakan yang canggih untuk memalsukan mata uang musuh. Uang ini akan dipakai untuk membiayai perang dan memperlemah ekonomi negara musuh.

Lewat operasi ini, diperkirakan sekitar 4,5 miliar pound berhasil dipalsukan. Operasi ini menjadi sedemikian sukses sehingga pada waktu itu bank sentral Inggris terpaksa menarik mata uangnya dari peredaran dan mendesain ulang uang kertasnya. Apakah kotak-kotak yang ditemukan di dalam danau Toplitz adalah sisa-sisa operasi Bernhard? Apakah ada harta lain yang tersembunyi disana? Pada tahun 1963, seorang penyelam Jerman mencoba peruntungannya di danau Toplitz. Namun sayang, dalam usahanya, ia tewas tenggelam.

Setelah peristiwa itu pemerintah Austria melarang penyelaman yang bertujuan untuk mencari harta karun di danau Toplitz. Tapi ternyata larangan ini memiliki maksud tersembunyi karena pemerintah Austria ternyata memutuskan untuk mencari harta karun tersebut.

Operasi pencarian yang dilakukan oleh Austria berhasil menemukan 18 kotak yang ternyata juga berisi uang Pound palsu, namun kali ini mereka menemukan pelat logam yang dipakai sebagai master pencetakannya. Selain itu mereka juga menemukan sisa-sisa roket, proyektil dan beberapa senjata. Ini mungkin tidak terlalu mengherankan karena nazi pernah menggunakan danau itu sebagai tempat latihan militer selama perang.

harta karun nazi di danau toplitz

Pada tahun 1983, prof Hans Fricke meminta ijin untuk melakukan penyelaman di danau Toplitz untuk meneliti kehidupan biota danau. Namun ia malah menemukan peti-peti berisi uang pound palsu dengan peralatan militer lainnya. Penemuan Prof Fricke menimbulkan spekulasi bahwa di danau tersebut masih tersimpan emas-emas batangan Nazi yang hilang.

Usaha pencarian yang lebih besar dilakukan pada tahun 2000 ketika stasiun televisi CBS dari Amerika bersama World Jewish Congress mensponsori penjelajahan ke dasar danau Toplitz yang dijalankan oleh sebuah perusahaan bernama Oceaneering Technologies. Perusahaan itu menyelam ke dasar danau dengan menggunakan teknologi canggih berupa kapal selam yang dikendalikan dengan remote control. Namun usaha yang dilakukan dengan teknologi canggih ini hanya menemukan kembali peti-peti yang juga berisi uang pound palsu.

Walaupun sepertinya sudah tidak ada harta lagi di danau Toplitz, namun setiap kali ekspedisi dilakukan, sepertinya selalu ada peti yang ditemukan. Spekulasi mengenai adanya emas di Toplitz kembali diperkuat ketika pada tahun 2003, seorang penyelam yang melakukan penyelaman di danau Chiemsee di Bavaria menemukan sebuah teko yang terbuat dari emas. Teko emas ini memiliki lambang Celtic dengan figur indo Jerman di permukaannya dan diperkirakan bernilai sekitar 100.000 dolar. Spekulasi menyebutkan bahwa teko ini adalah bagian dari harta Nazi yang disembunyikan di dalam danau.

Jadi apakah masih ada emas yang tersimpan di dalam danau Toplitz? Mungkin tidak, tapi keingintahuan orang tidak akan pernah habis. Itulah yang membuat misteri harta karun menjadi salah satu misteri yang paling menarik untuk diceritakan.

Sumber : zona-orang-gila.blogspot.com

Misteri Nameless Thing of Berkeley Square

Lebih dari 100 tahun yang lalu, sesuatu yang mengerikan terjadi di Berkeley Square

Nameless Thing of Berkeley Square adalah sebuah julukan yang diberikan kepada entitas misterius yang terlihat pada abad ke 18 dan 19 di sebuah gedung era Victorian bernama 50 Berkeley Square di Inggris.


Walaupun kebanyakan peneliti lebih condong memasukkan peristiwa ini ke dalam kategori supranatural, sebagian lainnya beranggapan kalau entitas ini dapat dimasukkan ke dalam kategori Cryptid atau Predator. Ini juga alasan mengapa saya mau menulis mengenai makhluk ini.

Gedung yang angker

Kisah misteri ini berpusat pada sebuah kompleks perumahan yang disebut Berkeley Square. Kompleks Berkeley Square dibangun pada tahun 1740 oleh seorang arsitek bernama William Kent. Kompleks ini pernah menjadi tempat kediaman tokoh-tokoh penting, diantaranya adalah Winston Churchill yang tinggal di gedung no.48. Lalu, George Canning, perdana menteri Inggris tahun 1827. Ia tinggal di gedung no.50. Dan di gedung inilah, misteri ini berawal.

Tidak ada yang tahu pasti kapan dan bagaimana gedung ini mendapatkan reputasi angkernya. Namun, peristiwa aneh yang menyertai gedung ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 1700an. Konon menurut legenda, seorang anak perempuan yang tinggal di gedung itu dibunuh dengan sadis oleh pengasuhnya. Sejak saat itu, arwah gadis kecil itu sering terlihat sedang menangis di lantai atas. Namun baru pada tahun 1840, gedung ini berhasil membangun reputasinya menjadi salah satu bangunan yang paling ditakuti di Inggris.

Horor di lantai dua

Pada tahun itu, Sir Robert Warboys yang baru berusia 20 tahun mendengar rumor mengenai gedung angker itu. Dibesarkan sebagai seorang terpelajar, Warboys menganggap rendah rumor itu dan memandangnya hanya sebagai sebuah urban legend. Rekan Warboys yang tidak setuju dengan pandangan itu segera menantangnya untuk bermalam di lantai dua gedung itu.

Dengan angkuh, ia menerima tantangan itu. Setelah berhasil meyakinkan sang penjaga gedung, Warboys diberikan sebuah kamar di lantai dua, persis di atas kamar sang penjaga. Di kemudian hari, kamar itu akan disebut sebagai salah satu kamar yang paling angker di Inggris. Lalu Warboys naik ke kamar tidur itu berbekal sebuah pistol dan sebatang lilin.

Empat puluh lima menit kemudian, sang penjaga terbangun dari tidurnya. Ia mendengar suara ribut di kamar atas, kamar yang didiami Warboys. Beberapa detik kemudian, suara tembakan terdengar. Dengan tergesa-gesa, ia segera beranjak dan berlari menuju ke atas. Sesampai di pintu kamar, ia segera mendobraknya dengan paksa.

Apa yang dilihatnya tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Kondisi di dalam kamar itu hampir tidak berubah. Namun, di sudut kamar yang remang-remang, Sir Robert Warboys terbujur kaku sambil memegang erat pistolnya yang masih mengeluarkan asap. Ia sudah tidak bernyawa lagi!

Apa yang lebih mengerikan adalah ekspresi wajah Warboys. Giginya mengatup dengan rapat, dan kedua matanya melotot seakan-akan hendak meloncat keluar dari tengkoraknya. Sepertinya ia telah melihat sesuatu yang mengerikan yang telah membunuhnya seketika.

Tidak ada petunjuk mengenai apa yang telah menyebabkan Warboys tewas dengan tragis. Sang penjaga hanya menemukan sebuah lubang di dinding akibat peluru yang ditembakkan dari pistolnya. Apa yang telah ditembaknya? Yang pasti "sesuatu" yang mengerikan. Beberapa puluh tahun kemudian, "sesuatu" itu muncul kembali. Kali ini, ia terlihat oleh saksi yang hidup!

Pengalaman dua pelaut

Pada tahun 1887, dua pelaut dari kapal HMS Penelope di Portsmouth bernama Robert Martin dan Edward Blunden yang baru saja menghabiskan uang untuk mabuk-mabukan masuk ke kompleks Berkeley Square dan memutuskan untuk masuk ke salah satu gedung yang ada disitu untuk mencari tempat beristirahat. Kebetulan mereka memilih gedung no.50.

Saat itu, 50 Berkeley Street sudah tidak berpenghuni dan dalam keadaan kosong. Kemudian mereka berhasil menemukan jalan masuk ke basement dan mendobrak masuk ke dalamnya. Karena menemukan kondisi lantai yang lembab, keduanya naik ke atas, lalu tidur di kamar yang sama dengan kamar yang ditempati Warboys.

Ketika memasuki kamar itu, Blunden yang sepertinya lebih tidak mabuk dibanding Martin segera menyadari kalau suasana di kamar itu membuatnya gelisah. Ia mengatakan kalau ia merasakan kehadiran "sesuatu". Namun Martin segera menenangkannya dengan membuka jendela kamar untuk membiarkan angin malam berhembus masuk. Sekitar satu jam kemudian, sekitar tengah malam, Blunden terbangun karena mendengar suara pintu kamar berderik. Sambil menggosokkan matanya, ia melihat pintu kamar telah terbuka.

Blunden yang heran kemudian memeriksa sekelilingnya. Tiba-tiba ia melihat sesuatu! Dalam kondisi yang remang-remang, Blunden melihat sesosok aneh berwarna abu-abu merayap dengan lambat di lantai kayu. Seiring dengan gerakan makhluk itu, Blunden bisa mendengar suara gesekan dengan lantai kamar yang membuatnya bergidik.

Dengan dicengkeram oleh ketakutan yang amat sangat, Blunden membangunkan Martin. Martin yang terbangun segera menyadari apa yang sedang terjadi di kamar itu. Keduanya lalu melompat dari tempat tidur. Makhluk itu terlihat berdiri dengan aneh di hadapan mereka. Di belakangnya terdapat pintu kamar yang menjadi satu-satunya harapan mereka untuk melarikan diri.

Blunden yang gemetar melirik ke arah senapannya yang tergeletak dekat jendela. Ketika ia mencoba meraihnya, tiba-tiba makhluk itu melompat dan mendarat di leher Blunden. Blunden panik, ia mulai berteriak dan bergumul dengan makhluk itu.

Melihat kesempatan itu, Martin dengan cepat berlari keluar kamar, menuruni tangga, keluar dari gedung dan segera berteriak mencari pertolongan. Tidak berapa lama kemudian, ia berjumpa dengan seorang polisi yang sedang berpatroli. Ketika mereka kembali ke gedung itu, mereka menemukan kamar dalam keadaan kosong. Blunden tidak ada disitu!

Lalu, mereka mulai mencari ke seluruh gedung. Ketika sampai di basement, mereka menemukan Blunden. Namun, Ia sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh terpotong-potong! Sama seperti ekspresi kematian Sir Robert Warboys, wajah Blunden menunjukkan ekspresi ketakutan yang amat sangat.

Dalam versi lain, diceritakan kalau Blunden tidak tewas di basement, melainkan tewas karena jatuh dari jendela akibat ketakutan. Walaupun ada versi-versi yang berbeda, yang pasti semua sepakat kalau ada sesuatu yang mengerikan mendiami gedung 50 Berkeley Square.

Pengalaman Thomas Lyttelton

Kisah penampakan yang dialami oleh Martin mungkin akan dianggap sebagai cerita bohong pelaut yang sedang mabuk. Namun penampakan makhluk ini ternyata juga dialami oleh tokoh masyarakat yang sepertinya tidak punya alasan untuk berbohong. Salah satunya adalah anggota parlemen bernama Thomas Lyttelton yang pernah tinggal di gedung yang sama untuk beberapa waktu.

Pada suatu malam, ketika hendak tidur, Lyttelton melihat sesuatu seperti makhluk hidup di kamarnya. Ia segera mengambil senapannya dan menembak. Ia yakin kalau makhluk itu tertembak karena ia melihatnya jatuh. Namun ia tidak bisa menemukan jejak atau bangkainya.

Makhluk apakah itu?

Menurut para saksi yang mengaku pernah melihatnya, makhluk itu nyaris tidak berbentuk dan terlihat seperti cairan lengket. Ketika ia bergerak, ia akan menghasilkan suara-suara yang aneh. Deskripsi yang diberikan cukup berbeda-beda, namun paling tidak salah satu saksi mengaku menyaksikan kalau makhluk itu memiliki kumpulan tentakel seperti gurita.

Karena adanya deskripsi inilah, beberapa peneliti menyimpulkan kalau makhluk itu kemungkinan adalah jenis gurita air atau makhluk air lainnya yang telah bermutasi dan berhasil bermigrasi dari sungai Thames ke saluran bawah tanah kota London yang akhirnya membuat ia sampai ke gedung Berkeley Square lewat pipa ledeng. Makhluk ini mungkin sedang mengincar kumpulan tikus yang tinggal di gedung itu ketika tanpa sengaja menemukan para pelaut-pelaut mabuk itu.

Namun, tidak ada penjelasan yang memuaskan mengenai rentang waktu penampakan yang cukup panjang. Jika makhluk itu memang seekor makhluk air yang bermutasi, sepertinya cukup mustahil karena penampakannya mencapai hingga dua ratus tahun. Karena itu, banyak yang percaya kalau makhluk itu adalah makhluk supranatural, bukan cryptid atau predator.

Harry Price, salah seorang yang meneliti misteri ini secara intensif pada tahun 1920an menemukan beberapa fakta menarik. Misalnya, sebelum tahun 1790, 50 Berkeley Square ternyata pernah dijadikan markas para pemalsu dokumen. Price berspekulasi kalau kisah angker gedung itu mungkin telah dihembuskan oleh para pemalsu tersebut untuk menutupi aktivitas ilegal mereka. Namun, sementara Price meneliti lebih dalam, ia menemukan banyak kesaksian dan dokumentasi yang menceritakan kisah perjumpaan dengan Nameless Thing. Misalnya, ia menemukan sebuah artikel di majalah "Notes and Queries" yang ditulis oleh W.E Howlett yang terbit tahun 1870. Disitu tertulis:

"Peristiwa Berkeley Square masih misterius. Kisah gedung berhantu di Mayfair itu bisa disimpulkan dengan beberapa kata: Gedung itu memiliki paling tidak satu kamar dengan atmosfer supranatural yang memilik efek buruk terhadap tubuh dan pikiran. Seorang gadis pernah melihat dan mendengar horor itu dan menjadi gila karenanya. Ia tidak pernah sembuh untuk bisa menceritakan apa yang telah dilihatnya."

Melihat dokumentasi yang cukup banyak, Price hanya bisa mengambil kesimpulan kalau memang aktivitas Poltergeist yang jahat aktif di gedung no.50 pada tahun 1800an. Namun ia percaya kalau aktivitas itu telah lenyap sekarang.

Berkeley Square - Sekarang

Sejak tahun 1938 hingga kini, lantai dasar gedung Berkeley Square telah digunakan sebagai toko buku langka yang bernama Maggs Brothers.

Ed Maggs - pemilik toko buku Maggs Brothers

Walaupun tidak ada penampakan lagi yang dilaporkan dalam kurun beberapa puluh tahun belakangan ini, perlu dicatat kalau para karyawan toko buku itu tidak diijinkan untuk naik ke lantai atas. Menurut mereka, sejak tahun 1950an, polisi telah menaruh sebuah tanda peringatan pada dinding di dalam gedung.

Peringatan itu menyebutkan kalau lantai atas gedung itu tidak boleh digunakan, bahkan untuk gudang sekalipun. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui alasan pastinya...tetapi, paling tidak mereka bisa menduga.

Sumber : xfile-enigma.blogspot.com

Kontroversi Konvensi Atheis di Australia

Para orang yang tak percaya Tuhan ini datang dari segala arah: dari Perth, Sydney, Brisbane, Selandia Baru, Amerika Serikat, Inggris, dan lain-lain. Ada pasangan bulan madu. Ada yang baru berpaling dari iman Katolik. Tujuannya satu, Melbourne Australia.

Seorang warga keturunan Irak yang telah bermigrasi ke Australia 40 tahun lalu memberikan 4.000 dolar uangnya untuk acara ini: Konvensi Atheis Global 2010. Dia menjadi satu dari 2.500 orang yang mendapatkan tiket masuk ke acara di Melbourne Convention Centre.

"Namun apakah Anda bisa tak bicara apapun?" kata seseorang bertanya pada David Nicholls, Presiden Yayasan Atheis Australia dan salah satu panitia acara. Dan pertanyaan itu terjawab, setiap sesi selalu kekurangan waktu bagi pembicara untuk memaparkan pandangannya.

Konvensi ini adalah buah pikiran Stuart Bechman, Presiden Aliansi Internasional Atheis. Bechman kehilangan kepercayaan ketika berkuliah, meninggalkan agama Kristen Methodis yang dianut keluarganya. Bechman mengaku tersesat dalam ketidakpercayaan.

"Sebagian atheis dibesarkan seperti itu," ujar Bechman kepada The Australian. "Sebagian lagi datang dari latar belakang relijius. Saya kira mereka mereka yang datang dari latar belakang relijius menjadi atheis karena kemarahan telah ditipu atau semacam itu, atau mereka semakin mendekat dan mengerti bahayanya," kata Bechman. Bechman lalu memutuskan untuk berorganisasi karena dia merasa butuh untuk "melawan bahaya."

Dan dia lalu berpikir mengadakan pertemuan global para atheis. Melalui jaringannya, jadilah acara digelar mulai 12-14 Maret 2010. Di luar bayangan, tiketnya terjual habis. Sejumlah tokoh-tokoh terkenal yang secara terbuka menyatakan diri atheis menjadi pembicara. Mulai dari penulis Richard Dawkins, filsuf Peter Singer, sampai penulis yang difatwa hukum pancung di Bangladesh, Taslima Nasrin, hadir dalam acara ini.

Dawkins bicara mengenai bahaya agama. Taslima yang datang dengan pengawalan tiga orang berjas itu bicara tentang masa kecilnya sebagai anak dari keluarga Islam di India. "Mengapa kita harus sembahyang dalam bahasa Arab, jika Tuhan adalah Maha Tahu, bukankah dia mengerti sembahyang dalam Bahasa Benggali?" katanya bertanya pada ibunya di saat kecil.

John Perkins, ekonomis yang terkenal lewat bukunya "A Confession of an Economic Hit Man" bicara mengenai Islam and terorisme. Peter Singer, filsuf Australia, bicara mengenai dunia ethis yang ditempati bersama oleh yang percaya dan tak-percaya. Tak lupa Singer bicara, tiga dari empat dari penderma terbesar di abad 20 adalah atheis: Bill Gates, Warren Buffet dan Andrew Carnegie. Hanya Nelson D. Rockefeller yang menganut Protestan.

Sementara di dalam ruangan sedang berlangsung pembicaraan hangat mengenai agama dan kepercayaan itu, beberapa orang penganut Kristen dengan terbuka menyebarkan buku dan tulisan di luar tempat acara. Seorang warga Selandia Baru, Ray Comfort, tampak sibuk membagikan kopian buku teori evolusi "Origin of Species" di kampus-kampus termasuk Universitas Melbourne. Kopian itu memasukkan edisi khusus dukungan terhadap teori penciptaan yang ditulis sendiri oleh Comfort. Bagi Comfort, teori evolusi tak pernah terbukti.

"Inilah kota di mana saya selama 12 tahun, mencurahkan hati di sudut bicara. Lebih dari 3.000 kali saya berdiri di atas kotak dan berbicara di keramaian agar orang memikirkan Tuhan." Sementara itu, sebuah organisasi Kristen berencana menandingi pertemuan para atheis dengan membuat sebuah seminar pada Minggu siang di tempat yang sama.

Sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/136421-kontroversi_konvensi_atheis_di_australia

Tikus Raksasa Ini Telah Memangsa 2 Bayi

Afrika Selatan diteror tikus. Bukan tikus biasa, melainkan tikus-tikus seukuran kucing. Dengan ukuran sebesar itu, tikus-tikus itu mencari mangsa yang cukup besar, seorang bayi. Tikus itu bisa tumbuh hingga hampir satu meter, dari moncong hingga ekor. Sementara gigi depannya sepanjang 2,5 cm.


Tikus-tikus raksasa ini memakan dua bayi dalam dua peristiwa berbeda. Lunathi Dwadwa (3 tahun) tewas dalam tidurnya di kawasan kumuh di luar Cape Town. Sementara seorang bayi lain menjadi mangsa tikus di Soweto, tak jauh dari Johannesburg pada hari yagn sama.

Lunathi ditemukan tewas dalam kondisi mengerikan oleh orangtuanya, Minggu (29/5/2011). Tidak ada tangisan ataupun jeritan sebelumnya. "Saya tidak bisa lupa betapa mengerikan kondisi anak saya. Matanya keluar. Wajahnya rusak dari alis hingga pipi," kata Bukiswa Dwadwa, ibu bayi itu. "Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali tikus," ujar Mncedisi Mokoena, ayah Lunathi.

Beberapa jam kemudian, polisi menemukan kasus serupa. Seorang bayi perempuan diserang segerombolan tikus besar saat ibunya yang masih remaja pergi dengan teman-temannya.

"Kami mendapat panggilan dari lokasi kejadian, tentang tewasnya bayi akibat serangan tikus," kata polisi bernama Bongai Mhlongo. "Kami menahan ibunya dengan tuduhan kelalaian yang mengakibatkan kematian," imbuhnya.

Bulan lalu, Nomathemba Joyi (77 tahun) juga tewas setelah tikus-tikus raksasa memakan sisi kanan wajahnya. Di kawasan kumuh Afrika Selatan, tikus raksasa biasa ditemukan di tempat-tempat sampah. Tikus jenis itu bisa tumbuh hingga hampir satu meter, dari moncong hingga ekor. Sementara gigi depannya sepanjang 2,5 cm.

Tikus-tikus itu diyakini termasuk jenis African Giant Pouched Rats, salah satu jenis tikus terbesar dunia. Mereka lebih aktif di malam hari, pemakan segala, dan bisa memproduksi 50 anak dalam setahun. Beberapa suku di Afrika mengembangbiakkan tikus jenis itu untuk dimakan.

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2011/06/04/08015145/Tikus.Raksasa.Ini.Makan.2.Bayi

PARTNER

Mods for Pro Evolution Soccer, FIFA, NBA 2K, MLB 2K, F1 video games. Advertise Here Advertise Herer Advertise Here
 
Support : Tuhan Yang Maha Esa
Copyright © 2013. Raditya Priambodho | Some Rights Reserved
Thanks To Maskolis
Proudly powered by Blogger